Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
Selamat Datang di website MAN TEMANGGUNG MADRASAH ALIYAH NEGERI TEMANGGUNG
blog-img-10

INTEGRASIAN NILAI SPIRITUAL DARI AYAT AL-QURAN MENINGKATKAN KARAKTER BELAJAR KIMIA SISWA MAN TEMANGGUNG

Sri Yani Widyaningsih

MAN Parakan Temanggung, Temanggung, 56218

Email korespondensi: widyaningsih_spd@yahoo.com

 

(Artikel ini dipublikasikan di MAN Temanggung sebagai materi kultum 29 April 2021)

 

Pendidikan Madrasah menganut pola Pendidikan Islam, diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berpikir logis dan berpikir ilmiah menyakini kekuasaan Allah SWT dan ciptaanNya, (Fuhaim:2008). Peserta didik bagian dari insan muslim selalu bersikap teliti terhadap hal-hal yang ada di sekitar.  Peran ganda Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Islam harus mengawal nilai-nilai dan misi ke-Islaman serta mengakomodir mata pelajaran umum sesuai kurikulum pendidikan nasional. Al-quran sumber kebenaran yang baku yang tidak tergeser oleh ilmu yang lain. Secara keilmuan sains dan social menganggap dirinya ilmu yang mampu diuji kebenarannya melalui proses dan metode tertentu. Dengan mengintergrasikan Al-quran, sains dan social, menghasilkan nilai yang sinergis saling mendukung dan menguatkan sehingga mampu diorientasikan menuju peningkatan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT, sehingga mampu meningkatkan religius yang akan terimplementasi dari sikap social.

Agar terciptanya generasi yang unggul di bidang IPTEK dan IMTAQ, diperlukan internalisasi pendidikan karakter Islami dalam setiap materi ajar yang diwujudkan melalui lahirnya implementasi kurikulum 2013. Terwujudnya siswa yang memiliki karakter religius dan karakter sosial, yang dirumuskan dalam bentuk Kompentensi Inti (KI.1 dan KI.2). Mengkorelasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat Al-quran dengan kehidupan sehari-hari merupakan acuan dalam sikap spiritual. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

Konsep belajar Ausubel seorang pebelajar mengalami belajar bermakna jika memperoleh informasi baru, yang disimpan dalam memori kognitifnya yang sudah ada. Menurut Gagne belajar adalah perubahan tingkah laku cukup cepat dan relatif lama. Pengubahan informasi jangka pendek menjadi jangka panjang membutuhkan rangsangan dari lingkungan. Mensinergiskan ayat-ayat Al-quran dalam pembelajaran sains khususnya, mengaitkan informasi baru yang relevan dengan struktur kognitif yang sudah ada sebelumnya. Al-quran merupakan referensi utama, sumber referensi yang ada, menuju referensi yang lebih khusus. Dalam pengajaran sains dan teknologi (iptek) harus ada pengintegrasian pengajarannya dengan seluruh pola ideologi islam yang berlaku di masyarakat.

Nilai-nilai relegius dalam mengajarkan kimia dapat dimasukkan dalam : 1) buku pelajaran kimia SMA/MA sebagai upaya memasukkan pendidikan karakter insan mulia, 2) Metode pengintegrasian nilai-nilai relegius dapat didilakukan melalui pengutipan ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan tema materi kimia disertai penjelasan maknanya pada awal atau di dalam isi uraian materi pelajaran.

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"berilah aku potongan-potongan besi! Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, Tiuplah (api itu)! Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 96)

Ayat Al-Qur’an di atas merupakan sebagian dari cerita petualangan Iskandar Zulkarnain, seorang raja yang gagah nan perkasa, mempunyai wilayah kekuasaan yang luas tetapi tetap beriman dan tunduk pada perintah-perintah Allah. Dalam suatu perjalanannya, dia sampai di daerah antara dua gunung dimana disitu tinggal orang-orang Ya’juj dan Ma’juj yang suka membuat kerusakan di muka bumi. Maka orang-orang minta bantuan kepada Zulkarnain agar dibuatkan dinding (benteng) untuk melindungi mereka dari gangguan orang-orang Ya’juj dan Ma’juj. Zulkarnain kemudian meminta orang-orang untuk mengumpulkan besi dan membakarnya sampai berwarna merah seperti api, kemudian Zulkarnain menuangkan cairan tembaga panas di atas besi panas tersebut. Dinding dari besi tersebut sangat kuat, tidak bisa didaki dan dilubangi. Setelah selesai, kemudian Zulkarnain berkata,”Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”(QS. Al-Kahfi : 98). Cerita Iskandar Zulkarnain yang diabadikan Allah dalam surat Al-kahfi ayat 83-98 itu mengandung informasi ilmiah yang baru terbukti di masa sekarang. Ketika membuat dinding besi, mengapa Zulkarnain menuangkan cairan tembaga di atas dinding besi tersebut? Apakah dinding besi tidak cukup kuat untuk menahan serangan orang-orang Ya’juj dan Ma’juj? Nah, di sinilah letak kehebatan dan kecerdasan Zulkarnain. Rahasia kekuatan dinding besi berlapiskan tembaga buatan Zulkarnain ini baru terungkap setelah diketahuinya reaksi-reaksi elektrokimia. Lalu apa hubungannya antara dinding besi Zulkarnain dengan reaksi-reaksi elektrokimia? Jawaban dari pertanyaan ini akan kamu temukan pada pembahasan metode pencegahan korosi.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Al-quran )."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 83 -98)

Irfan Anshory. 2000. Acuan Pelajaran Kimia Kelas 1 SMU. Jakarta : Erlangga

Anonim. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kimia SMA/MA. Jakarta : Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

---------------------------------------. 2008. Analisis Nilai-nilai Relegius dalam Konsep Ikatan Kimia pada Pelajaran Kimia SMA. Jurnal SainMat, Volume II No. 12.