Pada tanggal 23 September 2019 yang juga bertepatan sengan tanggal 23 Muharam 1441 Hijriyah, MAN Temanggung mengadakan santunan anak yatim di Aula Utama MAN Temanggung. Kegiatan sosial bernuansa keagamaan ini diselengarakan oleh Madrasah melalui pengurus Majelis Taklim Nahdlatut Thullab (MTNT) MAN Temanggung.

Kegiatan santunan ini dihadiri oleh anak-abak yatim atau piatu dari berbagai desa dan beberapa sekolah dan sebagian didampingi oleh guru atau walinya. Berdasarkan data yang diterima dari Waka Humas dan Keislaman MAN Temanggung, H. Muslih, daftar penerima Santunan Bulan Muharam 1441 Hijriyah adalah sebagai berikut:
1. SDN 1 Jampiroso: 1 anak
2. SDN Kowangan: 10 anak
3. SDN 2 Jampiroso: 3 anak
4. SDN Lungge: 4 anak
5. SMPN 1 Temanggung: 2 anak
6. Desa Pandesari Parakan: 1 anak
7. Panjangsari Baru Parakan: 1 Kablukan
8. Kaloran: 1 anak
9. Desa Parakan: 2 anak
10. Kelurahan Wonosobo Jurang: 3 anak
11. Kertosari Temanggung: 1 anak
12. SD Muhammadiyah Kalisat: 1 anak
13. Tegalurung Bulu: 1 anak
14. Cekelan Temanggung: 1 anak
15. Madureso Indah: 1 anak
16. Wanutatengah Bulu: anak
17. Kedopokan Kandangan: 1 anak
18. Karangtengah Kandangan: 2 anak.

Pengurus MTNT, Uwli Sharof sebagai ketua panitia dalam kegiatan ini menuturkan, bahwa “masing-masing anak mendapatkan paket santunan berupa uang Rp.150.000,-, buku tulis satu pak, bolpoin satu, dan pensil satu. Jika ditotal jumlah keseluruhan yang dibagikan pada santunan bulan Muharam ini adalah Rp.6.100.000,-. Uang santunan tersebut merupakan hasil infaq siswa MAN Temanggung yang dikumpulkan setiap hari Jum’at, yang dikenal dengan kegiatan Jum’at Ikhlas.”

Dalam sambutannya, kepala MAN Temanggung, Ali Masyhar, menyampaikan bahwa banyak sekali tokoh dunia yang terlahir sebagai anak yatim. “Banyak sekali orang-orang hebat yang hidupnya bermanfaat dan sukses adalah terlahir sebagai anak yatim. Bukti paling nyata ada manusia tersukses di dunia yang kita idolakan, yakni Nabi Muhammad Saw. Maka adik-adik sekalian tidak usah berkecil hati. Kalau adik-adik tekun belajar dan mengaji, maka yakinlah kelak kalian akan menjadi orang-orang yang sukses di dunia maupun di akhirat.”

Kegiatan Santunan Bulan Muharam ini merupakan kegiatan rutin yang sudah berkali-kali dilaksanakan oleh pengurus Majelis Taklim MAN Temanggung, dengan tujuan agar siswa terlatih jiwa sosialnya, untuk peduli terhadap sesamanya yang membutuhkan. Selain itu juga untuk menjalankan syariat dari Rasulullah Saw, yang mengajarkan agar di bulan Muharram umat Islam menyantuni anak yatim.

Pembina Majelis Taklim, Jaenal Abidin, menuturkan “Pada kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan santunan, tetapi juga ada praktik khitobah dari salah satu pengurus Majelis Taklim sebagai sebuah pembelajaran dalam berdakwah. Pada kesempatan ini, siswa yang berkesempatan tampil adalah M.Sahrul Fadil, siswa kelas X-MIA 1. Dia membawakan khitobah dengan judul Hikmah Bulan Muharram.” [nae]

Siska Ayu Valentina adalah siswa MAN Temanggung yang duduk di bangku kelas X-IPS.4. Gadis hitam manis ini oleh teman-temannya sering dijuluki pendekar, karena beberapa kali menjuarai pertandingan bela diri di berbagai tingkatan.

Dalam bulan September 2019 ini saja, Siska, begitu dia biasa dipanggil, mampu menjuarai dua pertandingan. Yang pertama, juara tiga cabang pertandingan Wushu Sanda pada tanggal 9 sampai 13 September di gedung PMS Surakarta. Dan yang kedua, Siska meraih juara satu dalam cabang pertandingan Jetkundo Shaolin Kungfu di GOR Jagalan Kota Gede Yogyakarta pada tanggal 27 sampai 29 September 2019.

Saat ditemui, Siska mengungkapkan kegembiraannya dapat menyandang juara nasional “Saya sangat senang dan bangga, karena bisa mendapatkan juara dan bisa membahagiakan kedua orang tua. Untuk mencapai titik ini, saya telah melalui banyak latihan dan banyak pengalaman.”

Walaupun even perlombaan yang diikuti Siska bukan even antar sekolah atau madrasah, dan keikutsertaannya bukan merupakan delegasi dari MAN Temanggung, tapi keluarga besar MAN Temanggung patut ikut bangga atas prestasi salah satu siswanya ini. [jf]

Hari Sabtu 7 September 2019 merupakan hari yang menggembirakan bagi keluarga besar MAN Temanggung, terlebih bagi organisasi kegiatan intra sekolah Dewan Ambalan Pramuka, karena telah mampu menorehkan sejarah sebagai sang juara dalam ajang bergengsi di kampus Universitas Tidar Magelang.

Pramuka MAN Temanggung memborong tiga piala dalam ajang Giat Pramuka Putri dan Putra II yang diselenggarakan oleh UNTIDAR Magelang. Tiga piala yang diborong itu meliputi juara 1 lomba LCTP Putri, juara 1 TTG Putri, dan juara 2 lomba Poster Putra.

Menurut informasi dari Racana UNTIDAR sebagai penyelenggara kegiatan, bahwa kompetisi di ajang GIANITRA II UNTIDAR ini diikuti oleh 27 sangga dari berbagai SLTA di wilayah karesidenan Kedu. Acara ini diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun sekali.

Pembina Pramuka MAN Temanggung, Unik Meta Wulandari, mengungkapkan “Alhamdulillah saya merasa senang dan bersyukur setelah segala usaha yang dilakukan oleh anak-anak dengan sangat maksimal. Semoga di lain kesempatan bisa mempertahankan kualitas dan pramuka MANTEMA semakin maju, tentunya dengan doa dan dukungan dari semua pihak. Terima kasih kami sampaikan kepada bapak kepala madrasah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti ajang ini. Kepada bapak dan ibu guru karyawan/karyawati MAN Temanggung juga terima kasih atas doa dan dukungannya.”

Secara terpisah, kepala MAN Temanggung, Ali Masyhar, memberi apresiasi yang tinggi atas prestasi ini. Dia menyatakan “Kejuaraan dalam perlombaan ini semakin menambah rentetan prestasi siswa-siswi MAN Temanggung di berbagai kompetisi. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN Temanggung. Semoga kedepan akan semakin baik lagi.” [jf]

Guru Kimia MAN Temanggung dengan mengembangkan model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat),  mampu menghasilkan pewarna batik alami dari biji pucuk merah.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Pendidikan Madrasah, melakukan seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi tahun 2019.  Seleksi dilakukan melalui lomba GTK tingkat provinsi yang diselenggarakan di Hotel Candi Indah Semarang, tanggal  2- 4 September 2019.

Penyelenggaraan Lomba GTK Berprestasi Tingkat Provinsi merupakan langkah Kanwil Kemenag Jateng dalam upaya mendorong dan meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru, kepala, pengawas, laboran, dan pustakawan madrasah dalam melaksanakan tugas. “Selain itu juga untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Guru dan tenaga kependidikan madrasah yang memiliki kompetensi, dedikasi dan prestasi dalam menjalankan tugasnya.

Lomba GTK kali ini terbagi menjadi 11 kategori sejumlah 122 orang, yaitu kategori Kepala RA, Kepala MI, Kepala MTs, Kepala MA, Guru RA, Guru MI, Guru MTs, Guru MA, Pengawas, Pustakawan, dan Laboran Madrasah. “Lomba GTK ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, mulai dari verifikasi dokumen pendaftaran, penilaian dokumen portofolio dan karya tulis ilmiah hingga seleksi akhir.

Seleksi tahap akhir, dengan mengundang para finalis pada acara final Lomba GTK Madrasah untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya di hadapan dewan Juri. Tim penilai/juri adalah para akademisi dari beberapa Perguruan Tinggi yaitu UIN Walisongo Semarang, Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Final Lomba GTK diikuti oleh 66 dari 11 kategori dengan rincian: 6 Kepala RA, 6 Kepala MI, 6 Kepala MTs, 6 Kepala MA, 6 Guru RA, 6 Guru MI, 6 Guru MTs, 6 Guru MA, 6 Pengawas, 6 Pustakawan dan 6 Laboran Madrasah.

Sri Yani Widyaningsih, M.Pd yang biasa dipanggil Ibu Widya, merupakan wakil peserta final lomba GTK kategori MA, mewakili MAN kankemenag kabupaten Temanggung. Di hadapan juri Prof. Dr. Ida Zulaikhah dan Dr Ikhrom, beliau mempertanggungjawabkan makalahnya. “Makalah saudara sangat inovatif, terbarukan, berbasis lingkungan (berasal dari lingkungan dan kembali ke lingkungan). Baru kali ini, saya tahu ternyata biji pucuk merah menyumbangkan bahan pembelajaran yg luas, sangat amazing. Segera patenkan penemuan ibu dan saya pertemukan dengan pengusaha batik terkenal di Semarang, dia pasti senang dengan produk ibu dengan pewarna batik yang kaya warna” itu adalah cuplikan komentar kedua juri yang telah memberikan penilaian masukan kritik dan saran.

Juara II Lomba GTK kategori MA, dari 6 peserta final GTK. Prestasi ini diraih melalui perjuangan yang keras. Setidaknya urutan II terbaik dari 21 peserta kategori guru MA dari sejumlah kabupaten se Jawa Tengah. Motivasi yang tinggi untuk terus melanjutkan penelitian dan memperbaiki segala kekurangan, mempersiapkan untuk ajang kompetisi yang lain. Semangat inilah yang harus ada dan terus dipupuk demi peningkatan profesionalisme. Berada diantara orang-orang hebat, guru-guru berprestasi ibu Widya merasa betapa kecil, bukan apa-apa, serta bukan siapa-siapa. Semoga akan lahir guru-guru hebat di kabupaten Temanggung, dan MAN Temanggung khususnya. Bagi anak-anak peserta didik MAN Temanggung  mari kita gali kemampuan, ukir prestasi, wujudkan impian, kesuksesan menanti, aamiin.

Agustus adalah bulan istimewa bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan inilah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan. MAN Temanggung, sebagai instansi pendidikan di bawah naungan pemerintah merasa berkewajiban untuk ikut mengenang hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan-kegiatan yang membawa kemanfaatan sekaligus menggemberikan.

Semarak HUT RI ke-74 digelar oleh organisasi siswa intra sekolah (OSIS) MAN Temanggung. Acara dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu, tanggal 16 dan 17 Agustus 2019. Agenda pada hari pertama adalah jalan sehat, dilanjutkan perlombaan siswa antar kelas. Adapun cabang perlombaannya meliputi, kebersihan kelas, menghias tumpeng nasi goreng, lempar tongkat bambu runcing, dan estafet kaos. Kompetisi berjalan dengan sengit dan meriah. Sedangkan di hari kedua, dilaksanakan upacara pengibaran bendera dengan petugas para siswa yang tergabung di OSIS dan Pleton Inti (TONTI).

Kegiatan jalan sehat dan perlombaan yang dilaksanakan hari Jum’at berjalan dengan meriah dan ramai, karena di sela-sela perlombaan diisi hiburan organ tunggal dengan penyanyi dari siswa-siswa yang memiliki talenta dalam hal olah suara. Selain hiburan, juga dibagikan puluhan doorprize yang dikumpulkan dari sumbangan dewan guru dan karyawan. Bahkan ada doorprize berupa sepeda gunung yang menjadikan siswa sangat antusias mengikuti proses acara.

Pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus, pelaksanaan upacara bendera untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 juga berjalan dengan tertib dan hikmat. Para siswa yang bertugas dapat melaksanakan tugasnya secara apik. Plt. Kepala MAN Temanggung, Abu Yazid, S.Ag., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara yang lancar dan tertib. “Terima kasih saya sampaikan kepada para siswa yang mampu menjalankan tugas dalam upacara ini dengan lancar dan tertib. Ini adalah sebagian dari bentuk kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ungkapnya saat menjadi pembina upacara.

Ketua OSIS MAN Temanggung, Muhammad Sakhy Al Akyas, mengungkapkan bahwa peringatan HUT RI ke-74 ini sudah direnacanakan sejak satu bulanan terakhir, tapi dalam penyelenggaraannya masih terdapat banyak kekurangan. “Kami dari pengurus OSIS berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing kami dalam mempersiapkan acara ini, tapi mohon maaf kami menyadari bahwa dalam teknis pelaksanaannya masih terdapat banyak kekurangan. Semoga di tahun depan akan semakin lebih baik.” Tuturnya di sela-sela kegiatan peringatan HUT RI ke-74 MAN Temanggung. (jf)

Lagi, prestasi ditorehkan oleh para siswa MAN Temanggung dalam perhalatan Gebyar Bahasa di UNSIQ Wonosobo pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Tidak tanggung-tanggung, dalam even perlombaan yang diikuti oleh 18 sekolah tingkat SLTA dari Wonosobo, Magelang, Temanggung, Purworejo, dan Banjarnegara ini, delegasi dari MAN Temanggung meraih tiga kejuaraan.

Pertama, Ulinsikha Davin Pramudika, siswa kelas XII-MIA.2 meraih juara tiga English Song. Kedua, Astri Solikhah, siswa kelas X-MIA.1 juara tiga Story Telling. Dan yang ketiga, Maulida Inayati, siswa kelas XII-MIA.3 juara tiga News Reporting.

Guru pembimbing sekaligus pendamping, Kurnia Ati’ullah, M.Pd menyampaikan “Alhamdulillah atas prestasi yang diraih para siswa, senang dan bangga. Untuk lomba kali ini, kami selaku pembina hanya bisa membantu sedikit, anak-anak lebih banyak berusaha dan latihan sendiri. Kedepan semoga meningkat, dan bermanfaat”.

Sementara itu kepala MAN Temanggung, H. Ali Masyhar, M.S.I. memberikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa dan pembina yang telah meraih prestasi. Dia mengungkapkan, “Prestasi siswa MAN ini adalah sebagian dari banyak prestasi yang sudah diraih oleh para siswa di berbagai ajang perlombaan lainnya. Dan capaian ini merupakan implementasi dari salah satu visi MAN Temanggung, yaitu mewujudkan siswa yang kompetitif. Semoga madrasah ini semakin maju, barokah, dan bertaburan prestasi.” (jf)