Guru Kimia MAN Temanggung dengan mengembangkan model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat),  mampu menghasilkan pewarna batik alami dari biji pucuk merah.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Pendidikan Madrasah, melakukan seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi tahun 2019.  Seleksi dilakukan melalui lomba GTK tingkat provinsi yang diselenggarakan di Hotel Candi Indah Semarang, tanggal  2- 4 September 2019.

Penyelenggaraan Lomba GTK Berprestasi Tingkat Provinsi merupakan langkah Kanwil Kemenag Jateng dalam upaya mendorong dan meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru, kepala, pengawas, laboran, dan pustakawan madrasah dalam melaksanakan tugas. “Selain itu juga untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Guru dan tenaga kependidikan madrasah yang memiliki kompetensi, dedikasi dan prestasi dalam menjalankan tugasnya.

Lomba GTK kali ini terbagi menjadi 11 kategori sejumlah 122 orang, yaitu kategori Kepala RA, Kepala MI, Kepala MTs, Kepala MA, Guru RA, Guru MI, Guru MTs, Guru MA, Pengawas, Pustakawan, dan Laboran Madrasah. “Lomba GTK ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, mulai dari verifikasi dokumen pendaftaran, penilaian dokumen portofolio dan karya tulis ilmiah hingga seleksi akhir.

Seleksi tahap akhir, dengan mengundang para finalis pada acara final Lomba GTK Madrasah untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya di hadapan dewan Juri. Tim penilai/juri adalah para akademisi dari beberapa Perguruan Tinggi yaitu UIN Walisongo Semarang, Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Final Lomba GTK diikuti oleh 66 dari 11 kategori dengan rincian: 6 Kepala RA, 6 Kepala MI, 6 Kepala MTs, 6 Kepala MA, 6 Guru RA, 6 Guru MI, 6 Guru MTs, 6 Guru MA, 6 Pengawas, 6 Pustakawan dan 6 Laboran Madrasah.

Sri Yani Widyaningsih, M.Pd yang biasa dipanggil Ibu Widya, merupakan wakil peserta final lomba GTK kategori MA, mewakili MAN kankemenag kabupaten Temanggung. Di hadapan juri Prof. Dr. Ida Zulaikhah dan Dr Ikhrom, beliau mempertanggungjawabkan makalahnya. “Makalah saudara sangat inovatif, terbarukan, berbasis lingkungan (berasal dari lingkungan dan kembali ke lingkungan). Baru kali ini, saya tahu ternyata biji pucuk merah menyumbangkan bahan pembelajaran yg luas, sangat amazing. Segera patenkan penemuan ibu dan saya pertemukan dengan pengusaha batik terkenal di Semarang, dia pasti senang dengan produk ibu dengan pewarna batik yang kaya warna” itu adalah cuplikan komentar kedua juri yang telah memberikan penilaian masukan kritik dan saran.

Juara II Lomba GTK kategori MA, dari 6 peserta final GTK. Prestasi ini diraih melalui perjuangan yang keras. Setidaknya urutan II terbaik dari 21 peserta kategori guru MA dari sejumlah kabupaten se Jawa Tengah. Motivasi yang tinggi untuk terus melanjutkan penelitian dan memperbaiki segala kekurangan, mempersiapkan untuk ajang kompetisi yang lain. Semangat inilah yang harus ada dan terus dipupuk demi peningkatan profesionalisme. Berada diantara orang-orang hebat, guru-guru berprestasi ibu Widya merasa betapa kecil, bukan apa-apa, serta bukan siapa-siapa. Semoga akan lahir guru-guru hebat di kabupaten Temanggung, dan MAN Temanggung khususnya. Bagi anak-anak peserta didik MAN Temanggung  mari kita gali kemampuan, ukir prestasi, wujudkan impian, kesuksesan menanti, aamiin.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *