Pepatah Arab mengatakan, Syubbanul yaum rijalul ghad (Pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan). Sehingga, baik dan buruknya suatu bangsa di masa yang akan datang adalah tergantung kualitas para pemudanya. Agar memiliki jiwa kepemimpinan, maka generasi muda harus dilatih untuk mandiri, disiplin, jujur, dan tanggungjawab.

Bertolak dari pemikiran tersebut, MAN Temanggung menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepempimpinan dan Bela Negara untuk pengurus OSIS, Tonti, dan Siswa Kelas X. Kegiatan ini dilaksanakan Batalyon Artileri Medan 3/Naga Pakca Magelang pada hari Kamis sampai Sabtu, tanggal 14 sampai 16 November 2019.

Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan di lapangan Yonarmed 3 Magelang, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lapangan, seperti PBB, push up ,dan berguling di lapangan. Kegiatan malam hari adalah pengenalan tentang TNI di aula Yonarmed 3, pagi harinya senam dan lari mengelilingi lapangan, dan dilanjutkan dengan outbound.

Khusus untuk siswa kelas X, kegiatan selesai pada hari Jumat,15 November 2019 pada pukul 15.00 WIB. Sedangkan pengurus OSIS dan Tonti selesai pada hari Sabtu,16 November 2019 jam 08.00 WIB. Pada saat siswa kelas X kembali ke MAN Temanggung, pengurus OSIS dan Tonti melaksanakan kegiatan PBB dan pada malam harinya dilaksanakan kegiatan renungan pada pukul 23.00 -03.45 dini hari.

Difa Ciptaning Tyas, salah satu peserta dari pengurus OSIS saat dihubungi mengatakan “Peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, karena dapat melatih mental, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan menanamkan rasa cinta terhadap tanah air.”

Firman Maulana, selaku koordinator pelatih dari Yonarmed 3 Magelang berpesan kepada peserta agar selalu semangat dan pantang menyerah dalam segala hal supaya dapat meraih cita-cita dan menjadi generasi yang berguna bagi agama dan bangsanya. Dia juga mendoakan agar para peserta dapat menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi semua orang.

Hari Sabtu,16 November 2019 sekitar pukul 08.00 kegiatan tersebut selesai, dan para pelatih mengantarkan peserta sampai di MAN Temanggung. Kemudian dilaksanakan kagiatan penyerahan yang diwakili oleh Firman Maulana dan diterima oleh kepala MAN Temanggung Bapak Drs. Khoironi Hadi,M.Ed.

Dalam sambutan penerimaan, Kepala MAN Temanggung mengungkapkan rasa terimakasih kepada para pelatih yang hanya dalam waktu tiga hari mampu melatih siswa menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggungjawab. [Difa]

Salah satu visi MAN Temanggung adalah mewujudkan insan yang kompetitif. Maka tidak heran jika ajang perlombaan sering diselenggarakan oleh civitas akademika MAN Temanggung, khususnya oleh organisasi kesiswaan (OSIS). Ini adalah bukti bahwa ikhtiar mewujudkan visi madrasah masih terus dijalankan.

Momentum Bulan Bahasa di bulan Oktober ini tidak disia-siakan oleh pengurus OSIS MAN Temanggung. Selama dua hari, Senin-Selasa tanggal 28-29 Oktober 2019 OSIS MAN Temanggung mengadakan acara Peringatan Bulan Bahasa dengan agenda perlombaan antar kelas dan pementasan kreativitas siswa di bidang seni dan budaya.

Menurut penuturan ketua OSIS, Ananda Fitria Darmawan, bahwa cabang perlombaan yang dikompetisikan ada tujuh. “Dalam kegiatan bulan bahasa ini ada tujuh cabang perlombaan, yaitu pidato bahasa Arab, speech contest, cipta baca puisi, menyanyi lagu Jawa, senam kebudayaan, pembuatan Mading, dan jumble world. Semoga dengan tujuh jenis perlombaan ini tingkat kompetisi akan berjalan dengan seru dan bermanfaat bagi pengembangan potensi siswa.” Begitu penuturan Ananda menjelang acara perlombaan dimulai.

Secara teknis acara dibagi menjadi dua segmen, pertama adalah segmen perlombaan, dilaksanakan hari Senin 28 Oktober 2019. Dan segmen kedua adalah pentas seni dan penampilan para finalis lomba digelar pada hari Selasa 29 Oktober 2019. Acara perlombaan dimulai sekitar pukul 09.00 wib dan berakhir sekitar pukul 16.00 wib. Ketua panitia kegiatan, Alfian’ “Cabang perlombaan yang paling menyita waktu adalah senam kebudayaan dan menyanyikan lagu Jawa, dua cabang lomba ini baru selesai setelah shalat ashar.”

Kegiatan segmen kedua digelar di panggung utama, berbagai pertunjukan karya siswa ditampilkan, mulai dari seni drama, seni tari, dan band. Acara dimulai dengan penampilan seni drama Ramayana oleh kelas Agama, dilanjutkan seni tari tradisional Warok dari kelas IPS, seni drama kolosal kebangsaan dari kelas Bahasa, dan drama perjuangan melawan penjajah oleh kelas IPA. Tampil di akhir acara dua group band ternama di MAN Temanggung, yaitu The Walking Band dan Connected Band. Acara berjalan dengan meriah, siswa-siswi nampak antusias dan terhibur.

Kepala MAN Temanggung, Drs. H. Khoironi Hadi, M.Ed, pada saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Bulan Bahasa menyampaikan “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, terima kasih kepada panitia yang telah menginisiasi acara bulan bahasa ini. Juga kepada bapak dan ibu wali kelas yang telah mendampingi anak-anak didiknya sehingga mampu berkarya dengan luar biasa. Acara semacam ini sangat penting untuk pengembangan diri siswa dalam berkarya. Dan besok kalau ada program pertukaran pelajar dengan negara lain, siswa mampu mengenalkan kesenian dan kebudayaan yang menjadi kekayaan negara kita ini.”

Dengan dilaksanakannya kegiatan bulan bahasa ini, kreativitas siswa dalam berkarya terlihat nyata. Diantara mereka semakin terlihat bakat-bakatnya, ada yang berbakat dalam pidato bahasa arab, pidato bahasa inggris, mencipta dan membaca puisi, menyanyi lagu-lagu Jawa, membuat dan mempresentasikan Mading, mementaskan karya seni drama, seni tari, dan sebagainya.

Wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, Ahmad Sultoni, M.Pd, saat dihubungi oleh tim www.mantemanggung.sch.id menyampaikan, “Kami berharap agar kegiatan ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi para siswa dalam mengenali dan mencintai bahasa, seni, dan budaya bangsanya. Kegiatan bulan bahasa adalah media bagi siswa untuk berkarya, bukan bergaya.” [jf]

Perubahan adalah sunatullah, sehingga sering ada ungkapan bahwa yang abadi dalam hidup ini adalah perubahan. Dan di bulan Oktober 2019 ini, sunatullah itu terjadi di MAN Temanggung dengan adanya bergantian kepemimpinan, yakni bergantinya Kepala dari H. Ali Masyhar, S.Ag., M.SI. kepada Drs. H. Khoironi Hadi, M.Ed.

Tepatnya pada hari Jum’at tanggal 18 Oktober 2019 telah dilaksanakan pelantikan mutasi dan kenaikan jabatan kepala madrasah di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Selain pergantian kepala, juga dilaksanakan pengangkatan jabatan kepala dari yang semula guru biasa.

Diantara guru yang naik jabatan menjadi kepala madrasah adalah Drs. H. Muslih, M.Pd, guru senior bahasa Inggris di MAN Temanggung. Pak Muslih (demikian dia biasa dipanggil) dilantik menjadi kepala MAN 2 Kabupaten Magelang yang berlokasi di Kecamatan Tegalrejo Magelang.

Setelah dilantik, selanjutnya dilaksanakan acara Pisah Sambut dan Serah Terima Material kepala lama kepada kepala baru. Di MAN Temanggung, serah terima material dari H. Ali Masyhar, S.Ag., M.S.I. kepada Drs. H. Khoironi Hadi, M.Ed. dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Oktober 2019. Rangkaian acara tersebut sekaligus untuk Pamitan Drs. H. Muslih, M.Pd. karena diangkat sebagai kepala di MAN 2 Magelang.

Selanjutnya, pada hari Rabu 24 Oktober 2019 kelaurga besar, MAN Temanggung berkunjung ke MAN 2 Magelang untuk menyaksikan serah terima material dari Drs. H. Joko Susilo, M.Pd selaku kepala lama kepada Drs. H. Muslih, M.Pd. selaku kepala baru. Acara di MAN 2 Magelang dihelat sekitar pukul 10.00 hingga pukul 12.30 WIB.

Setelah shalat dzuhur dan makan siang, rombongan guru dan karyawan MAN Temanggung, bertolak menuju ke MAN 1 Magelang untuk menyaksikan serah terima material kepala lama Drs. H. Khoironi Hadi, M.Ed. kepada H. Ali Masyhar, S.Ag., M.Pd. Acara berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

Yang menarik dari pisah sambut kepala ini adalah, bahwa kepala yang ditempatkan di MAN Temanggung, dulu juga pernah menjabat sebagai kepala MAN Temanggung selama kurang lebih tiga tahun, yaitu dari tahun 2012 sampai 2015. Sehingga Drs. Khoiron Hadi, M.Ed., bisa dikatakan baru tapi juga bisa dikatakan lama. Selamat datang kembali bapak Khoironi Hadi, semoga kehadiran bapak akan semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas MAN Temanggung. Begitu kira-kira harapan seluruh keluarga besar MAN Temanggung. [jf]

Siang itu, Jum’at 4 Oktober 2019, suasana haru dan sendu menyelimuti ruang aula utama MAN Temanggung. Sambutan pamitan purna tugas dari H. Abu Yazid, S.Ag, dan H. Abdul Syukur, M.Pd menusuk relung hati terdalam para tamu undangan.

Kebersamaan yang sudah puluhan tahun dijalani di madrasah telah mengukir berbagai kenangan indah, berat rasanya jika harus berpisah. “Bagi saya perpisahan ini hanyalah pada lahirnya saja, batin kita tetap menyatu”. Begitu ungkapan H. Abu Yazid dalam sambutan pamitannya.

Sedangkan bagi H. Abdul Syukur, perpisahan diibaratkan perceraian. Dalam sambutan pamitannya, mengungkapkan “Kalau kita buka kamus bahasa Indonesia, perpisahan itu berarti perceraian. Dan bagi orang yang bercerai ada tiga macam perasaan, pertama merasa sedih, kedua merasa biasa-biasa saja, dan yang ketiga merasa senang karena yang suka usil sudah pergi. Saya berharap saya tidak termasuk yang ketiga.” Ungkapnya.

Dalam sambutannya, bapak Abu Yazid maupun bapak Syukur sesekali menghentikan kata-katanya, atau lebih tepatnya tidak mampu berkata-kata, karena saking beratnya mengenang masa-masa Indah di madrasah, terutama pada masa-masa muda mereka yang seolah waktunya habis di madrasah dan jarang sekali di rumah. Istri dan anak hanya kebagian sisa waktu dari pengabdian mereka sebagai seorang guru madrasah.

Selain pamitan purna tugas, acara ini juga untuk pamitan pindah tugas oleh bapak Khotibul Umam, yang terhitung sejak pertengahan tahun 2019 ini beralih tugas, naik jabatan menjadi pengawas madrasah aliyah di kementerian agama Kabupaten Temanggung.

Untuk memecah keharuan dan kesenduan para tamu undangan, dalam sambutannya pak Umam didampingi istri mempersembahkan dua buah lagu yang diiringi alunan musik organ tunggal. Dari suara emas bapak Umam dan istrinya, hadirin merasa terhibur dan suasana kesenduan sedikit terobati dengan suara merdu.

Kepala MAN Temanggung, H. Ali Masyhar, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dari bapak-bapak yang purna tugas maupun pindah tugas. Selain itu, mewakili seluruh keluaga besar madrasah, beliau juga memohonkan maaf jika selama bersama sering ada kesalahan. “Walaupun sudah purna tugas, bapak-bapak tetap menjadi bagian dari keluarga besar MAN Temanggung.” Tutur pak kepala madrasah.

Acara pamitan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan berupa bingkisan dari madrasah, koperasi, dan guru PNS. Selain itu, madrasah juga memberikan surprise berupa gambar karikatur bapak-bapak yang purna tugas dan pindah tugas. Dalam gambar karikatur tersebut nereka terlihat romantis dan ceria bersama pasangannya. “Gambar karikatur yang kita berikan ini adalah wujud doa agar keluarga mereka tetap romantis dan bahagia.” Begitu penuturan H. muslih selaku pantia pelaksana acara pamitan. [jf]

Selain pembelajaran di kelas, untuk pengembangan potensi kepemimpinan siswa, juga dibutuhkan pembelajaran di organisasi. Di sekolah atau madrasah, organisasi siswa itu adalah OSIS.

Untuk keberlangsungan kepengurusan OSIS Tahun Pelajaran 2019/2020 pada hari Kamis 19 September 2019 dilaksanakan Penyampaian visi dan misi oleh Calon Ketua OSIS. Dalam pemilihan ketua OSIS tahun ini terdapat empat calon yang merupakan perwakilan dari Unit Kegiatan Intra Siswa (UKIS), yaitu Kharisma Wiranti kelas XI-IIK perwakilan Majelis Taklim, Eka Nur Fitrianie kelas XI-IBB perwakilan Dewan Ambalan, Ananda Fitria Darmawan kelas XI-MIA.1 dari PMR, dan Muhammad Alfian Akbar kelas XI-MIA.5 dari Pleton Inti (TONTI).

Penyampaian visi dan misi diikuti oleh seluruh siswa di Auditorium MAN Temanggung secara bergantian, dari kelas X, kelas XI, dilanjutkan kelas XII. Acara berjalan dengan seru, berbagai pertanyaan disampaikan baik oleh tim panelis dari kepengurusan OSIS periode sebelumnya dan dari para siswa. Keempat calon ketua OSIS menjawab berbagai pertanyaan dengan semangat dan penuh keyakinan.

Ketua OSIS periode 2018/2019, Muhammad Sakhy Al Akyas, pada saat sambutan pembukaan menyampaikan “Kami berharap agar seluruh siswa berpartisipasi secara aktif dalam Pemilihan Ketua OSIS (PILKAOS) tahun ini. Tidak boleh Golput, silakan pilih salah satu dari empat kandidat sesuai hati nurani. Pemungutan suara akan dilakukan pada hari Sabtu 21 September 2019.”

Kepala MAN Temanggung, H. Ali Masyhar, saat dihubungi memberikan apresiasi atas terselenggaranya tahapan PILKAOS, “Saya sampaikan terima kasih kepada para guru pembina yang telah mendampingi anak-anak untuk menyelenggarakan pesta demokrasi bagi siswa ini. Semoga siswa MAN dapat memperoleh pelajaran berharga dari kegiatan ini. Mereka adalah calon pemimpin masa depan, di tangan merekalah nasib bangsa dipertaruhkan. Jika generasi muda terlatih menjadi seorang pemimpin, maka kelak akan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya.”

Acara penyampaian visi dan misi calon ketua OSIS MAN Temanggung dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 14.15 WIB. Tahapan PILKAOS akan dilanjutkan lagi pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019 dengan agenda pemungutan suara secara offline di Auditorium MAN Temanggung. [jf]

 

 

 

 

 

 

 

Pada tanggal 23 September 2019 yang juga bertepatan sengan tanggal 23 Muharam 1441 Hijriyah, MAN Temanggung mengadakan santunan anak yatim di Aula Utama MAN Temanggung. Kegiatan sosial bernuansa keagamaan ini diselengarakan oleh Madrasah melalui pengurus Majelis Taklim Nahdlatut Thullab (MTNT) MAN Temanggung.

Kegiatan santunan ini dihadiri oleh anak-abak yatim atau piatu dari berbagai desa dan beberapa sekolah dan sebagian didampingi oleh guru atau walinya. Berdasarkan data yang diterima dari Waka Humas dan Keislaman MAN Temanggung, H. Muslih, daftar penerima Santunan Bulan Muharam 1441 Hijriyah adalah sebagai berikut:
1. SDN 1 Jampiroso: 1 anak
2. SDN Kowangan: 10 anak
3. SDN 2 Jampiroso: 3 anak
4. SDN Lungge: 4 anak
5. SMPN 1 Temanggung: 2 anak
6. Desa Pandesari Parakan: 1 anak
7. Panjangsari Baru Parakan: 1 Kablukan
8. Kaloran: 1 anak
9. Desa Parakan: 2 anak
10. Kelurahan Wonosobo Jurang: 3 anak
11. Kertosari Temanggung: 1 anak
12. SD Muhammadiyah Kalisat: 1 anak
13. Tegalurung Bulu: 1 anak
14. Cekelan Temanggung: 1 anak
15. Madureso Indah: 1 anak
16. Wanutatengah Bulu: anak
17. Kedopokan Kandangan: 1 anak
18. Karangtengah Kandangan: 2 anak.

Pengurus MTNT, Uwli Sharof sebagai ketua panitia dalam kegiatan ini menuturkan, bahwa “masing-masing anak mendapatkan paket santunan berupa uang Rp.150.000,-, buku tulis satu pak, bolpoin satu, dan pensil satu. Jika ditotal jumlah keseluruhan yang dibagikan pada santunan bulan Muharam ini adalah Rp.6.100.000,-. Uang santunan tersebut merupakan hasil infaq siswa MAN Temanggung yang dikumpulkan setiap hari Jum’at, yang dikenal dengan kegiatan Jum’at Ikhlas.”

Dalam sambutannya, kepala MAN Temanggung, Ali Masyhar, menyampaikan bahwa banyak sekali tokoh dunia yang terlahir sebagai anak yatim. “Banyak sekali orang-orang hebat yang hidupnya bermanfaat dan sukses adalah terlahir sebagai anak yatim. Bukti paling nyata ada manusia tersukses di dunia yang kita idolakan, yakni Nabi Muhammad Saw. Maka adik-adik sekalian tidak usah berkecil hati. Kalau adik-adik tekun belajar dan mengaji, maka yakinlah kelak kalian akan menjadi orang-orang yang sukses di dunia maupun di akhirat.”

Kegiatan Santunan Bulan Muharam ini merupakan kegiatan rutin yang sudah berkali-kali dilaksanakan oleh pengurus Majelis Taklim MAN Temanggung, dengan tujuan agar siswa terlatih jiwa sosialnya, untuk peduli terhadap sesamanya yang membutuhkan. Selain itu juga untuk menjalankan syariat dari Rasulullah Saw, yang mengajarkan agar di bulan Muharram umat Islam menyantuni anak yatim.

Pembina Majelis Taklim, Jaenal Abidin, menuturkan “Pada kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan santunan, tetapi juga ada praktik khitobah dari salah satu pengurus Majelis Taklim sebagai sebuah pembelajaran dalam berdakwah. Pada kesempatan ini, siswa yang berkesempatan tampil adalah M.Sahrul Fadil, siswa kelas X-MIA 1. Dia membawakan khitobah dengan judul Hikmah Bulan Muharram.” [nae]

Guru Kimia MAN Temanggung dengan mengembangkan model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat),  mampu menghasilkan pewarna batik alami dari biji pucuk merah.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Pendidikan Madrasah, melakukan seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi tahun 2019.  Seleksi dilakukan melalui lomba GTK tingkat provinsi yang diselenggarakan di Hotel Candi Indah Semarang, tanggal  2- 4 September 2019.

Penyelenggaraan Lomba GTK Berprestasi Tingkat Provinsi merupakan langkah Kanwil Kemenag Jateng dalam upaya mendorong dan meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru, kepala, pengawas, laboran, dan pustakawan madrasah dalam melaksanakan tugas. “Selain itu juga untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Guru dan tenaga kependidikan madrasah yang memiliki kompetensi, dedikasi dan prestasi dalam menjalankan tugasnya.

Lomba GTK kali ini terbagi menjadi 11 kategori sejumlah 122 orang, yaitu kategori Kepala RA, Kepala MI, Kepala MTs, Kepala MA, Guru RA, Guru MI, Guru MTs, Guru MA, Pengawas, Pustakawan, dan Laboran Madrasah. “Lomba GTK ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, mulai dari verifikasi dokumen pendaftaran, penilaian dokumen portofolio dan karya tulis ilmiah hingga seleksi akhir.

Seleksi tahap akhir, dengan mengundang para finalis pada acara final Lomba GTK Madrasah untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya di hadapan dewan Juri. Tim penilai/juri adalah para akademisi dari beberapa Perguruan Tinggi yaitu UIN Walisongo Semarang, Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Final Lomba GTK diikuti oleh 66 dari 11 kategori dengan rincian: 6 Kepala RA, 6 Kepala MI, 6 Kepala MTs, 6 Kepala MA, 6 Guru RA, 6 Guru MI, 6 Guru MTs, 6 Guru MA, 6 Pengawas, 6 Pustakawan dan 6 Laboran Madrasah.

Sri Yani Widyaningsih, M.Pd yang biasa dipanggil Ibu Widya, merupakan wakil peserta final lomba GTK kategori MA, mewakili MAN kankemenag kabupaten Temanggung. Di hadapan juri Prof. Dr. Ida Zulaikhah dan Dr Ikhrom, beliau mempertanggungjawabkan makalahnya. “Makalah saudara sangat inovatif, terbarukan, berbasis lingkungan (berasal dari lingkungan dan kembali ke lingkungan). Baru kali ini, saya tahu ternyata biji pucuk merah menyumbangkan bahan pembelajaran yg luas, sangat amazing. Segera patenkan penemuan ibu dan saya pertemukan dengan pengusaha batik terkenal di Semarang, dia pasti senang dengan produk ibu dengan pewarna batik yang kaya warna” itu adalah cuplikan komentar kedua juri yang telah memberikan penilaian masukan kritik dan saran.

Juara II Lomba GTK kategori MA, dari 6 peserta final GTK. Prestasi ini diraih melalui perjuangan yang keras. Setidaknya urutan II terbaik dari 21 peserta kategori guru MA dari sejumlah kabupaten se Jawa Tengah. Motivasi yang tinggi untuk terus melanjutkan penelitian dan memperbaiki segala kekurangan, mempersiapkan untuk ajang kompetisi yang lain. Semangat inilah yang harus ada dan terus dipupuk demi peningkatan profesionalisme. Berada diantara orang-orang hebat, guru-guru berprestasi ibu Widya merasa betapa kecil, bukan apa-apa, serta bukan siapa-siapa. Semoga akan lahir guru-guru hebat di kabupaten Temanggung, dan MAN Temanggung khususnya. Bagi anak-anak peserta didik MAN Temanggung  mari kita gali kemampuan, ukir prestasi, wujudkan impian, kesuksesan menanti, aamiin.

Agustus adalah bulan istimewa bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan inilah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan. MAN Temanggung, sebagai instansi pendidikan di bawah naungan pemerintah merasa berkewajiban untuk ikut mengenang hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan-kegiatan yang membawa kemanfaatan sekaligus menggemberikan.

Semarak HUT RI ke-74 digelar oleh organisasi siswa intra sekolah (OSIS) MAN Temanggung. Acara dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu, tanggal 16 dan 17 Agustus 2019. Agenda pada hari pertama adalah jalan sehat, dilanjutkan perlombaan siswa antar kelas. Adapun cabang perlombaannya meliputi, kebersihan kelas, menghias tumpeng nasi goreng, lempar tongkat bambu runcing, dan estafet kaos. Kompetisi berjalan dengan sengit dan meriah. Sedangkan di hari kedua, dilaksanakan upacara pengibaran bendera dengan petugas para siswa yang tergabung di OSIS dan Pleton Inti (TONTI).

Kegiatan jalan sehat dan perlombaan yang dilaksanakan hari Jum’at berjalan dengan meriah dan ramai, karena di sela-sela perlombaan diisi hiburan organ tunggal dengan penyanyi dari siswa-siswa yang memiliki talenta dalam hal olah suara. Selain hiburan, juga dibagikan puluhan doorprize yang dikumpulkan dari sumbangan dewan guru dan karyawan. Bahkan ada doorprize berupa sepeda gunung yang menjadikan siswa sangat antusias mengikuti proses acara.

Pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus, pelaksanaan upacara bendera untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 juga berjalan dengan tertib dan hikmat. Para siswa yang bertugas dapat melaksanakan tugasnya secara apik. Plt. Kepala MAN Temanggung, Abu Yazid, S.Ag., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara yang lancar dan tertib. “Terima kasih saya sampaikan kepada para siswa yang mampu menjalankan tugas dalam upacara ini dengan lancar dan tertib. Ini adalah sebagian dari bentuk kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ungkapnya saat menjadi pembina upacara.

Ketua OSIS MAN Temanggung, Muhammad Sakhy Al Akyas, mengungkapkan bahwa peringatan HUT RI ke-74 ini sudah direnacanakan sejak satu bulanan terakhir, tapi dalam penyelenggaraannya masih terdapat banyak kekurangan. “Kami dari pengurus OSIS berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing kami dalam mempersiapkan acara ini, tapi mohon maaf kami menyadari bahwa dalam teknis pelaksanaannya masih terdapat banyak kekurangan. Semoga di tahun depan akan semakin lebih baik.” Tuturnya di sela-sela kegiatan peringatan HUT RI ke-74 MAN Temanggung. (jf)

Lagi, prestasi ditorehkan oleh para siswa MAN Temanggung dalam perhalatan Gebyar Bahasa di UNSIQ Wonosobo pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Tidak tanggung-tanggung, dalam even perlombaan yang diikuti oleh 18 sekolah tingkat SLTA dari Wonosobo, Magelang, Temanggung, Purworejo, dan Banjarnegara ini, delegasi dari MAN Temanggung meraih tiga kejuaraan.

Pertama, Ulinsikha Davin Pramudika, siswa kelas XII-MIA.2 meraih juara tiga English Song. Kedua, Astri Solikhah, siswa kelas X-MIA.1 juara tiga Story Telling. Dan yang ketiga, Maulida Inayati, siswa kelas XII-MIA.3 juara tiga News Reporting.

Guru pembimbing sekaligus pendamping, Kurnia Ati’ullah, M.Pd menyampaikan “Alhamdulillah atas prestasi yang diraih para siswa, senang dan bangga. Untuk lomba kali ini, kami selaku pembina hanya bisa membantu sedikit, anak-anak lebih banyak berusaha dan latihan sendiri. Kedepan semoga meningkat, dan bermanfaat”.

Sementara itu kepala MAN Temanggung, H. Ali Masyhar, M.S.I. memberikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa dan pembina yang telah meraih prestasi. Dia mengungkapkan, “Prestasi siswa MAN ini adalah sebagian dari banyak prestasi yang sudah diraih oleh para siswa di berbagai ajang perlombaan lainnya. Dan capaian ini merupakan implementasi dari salah satu visi MAN Temanggung, yaitu mewujudkan siswa yang kompetitif. Semoga madrasah ini semakin maju, barokah, dan bertaburan prestasi.” (jf)

Senin 12 Agustus 2019 yang bertepatan dengan tanggal 11 Dzulhijjah 1440 Hijriyah, suasana halaman utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Karena sedang digelar kegiatan Peringatan Hari Raya Idul Adha dengan tiga kegiatan, yakni Pengajian, Penyembelihan Hewan Kurban, dan Pentsharufan Daging Kurban.