📜 Jejak Panjang MAN Temanggung

Dari Lembaga Tradisional Menuju Madrasah Modern Berprestasi

Kembali ke Beranda
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan penuh dinamika.

Keberadaannya secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 370 Tahun 1993, yang menegaskan bahwa Madrasah Aliyah adalah Sekolah Menengah Umum (SMU) berciri khas Islam. Kurikulum yang digunakan setara dengan SMU pada umumnya, namun diperkaya dengan pendidikan agama yang lebih mendalam sebagai ciri keunggulannya.

Perjalanan Sejarah

1960-an
📖 Awal Mula: PGNU
Berdiri PGNU (Pendidikan Guru Agama Nahdlatul Ulama) atas inisiatif masyarakat Parakan untuk mengatasi kekurangan tenaga guru agama Islam.
20 Januari 1968
🏫 Dinegerikan menjadi PGA Negeri 4 Tahun
PGNU berkembang pesat hingga dinegerikan oleh pemerintah menjadi PGA Negeri 4 Tahun melalui SK No. 4.
22 Mei 1969
📚 Meningkat menjadi PGA Negeri 6 Tahun
Status meningkat menjadi PGA Negeri 6 Tahun berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 38.
1978
🏛️ Relokasi ke Lokasi Baru
MAN Parakan Temanggung dipindahkan ke lokasi baru di Jalan Jenderal Sudirman No. 184 Temanggung.
1982/1983
🔄 Penggabungan MAN
MAN Temanggung dipindahkan dan digabungkan ke MAN Parakan Temanggung, menjadi titik balik percepatan kemajuan madrasah.
1993
📜 Ditetapkan sebagai MAN
Ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 370 Tahun 1993.
Sekarang
⭐ Madrasah Unggul Modern
MAN Temanggung terus berkembang menjadi madrasah unggulan dengan program asrama, plus keterampilan, dan berbasis teknologi digital.

MAN Parakan Temanggung tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi insan yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Penggabungan dan Percepatan Kemajuan

Memasuki tahun 1980, di Kabupaten Temanggung terdapat dua Madrasah Aliyah Negeri, yaitu MAN Temanggung yang berlokasi di sekitar alun-alun kota dan MAN Parakan Temanggung di Jalan Jenderal Sudirman. Dalam upaya pemerataan dan efisiensi pendidikan, pemerintah melalui Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah melakukan relokasi MAN Temanggung ke Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 1982/1983.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, guru dan siswa dari MAN Temanggung dipindahkan dan digabungkan ke MAN Parakan Temanggung. Sejak saat itu, seluruh kegiatan pendidikan dipusatkan di MAN Parakan Temanggung. Pada masa penggabungan ini, kepemimpinan dipegang oleh Drs. H. Abdul Murid (Kepala MAN Temanggung) dan M. Yusuf, BA (Kepala MAN Parakan Temanggung). Penggabungan ini menjadi titik balik penting yang mendorong perkembangan MAN Parakan Temanggung menjadi lebih pesat, baik dari segi jumlah peserta didik maupun kualitas pendidikan.

1968
Tahun Berdiri (PGA Negeri)
184
Jl. Jenderal Sudirman
50+
Tahun Perjuangan
1000+
Lulusan Berprestasi

Menuju Madrasah Unggul

Dengan perjalanan sejarah yang panjang—dimulai dari PGNU, kemudian menjadi PGA Negeri, hingga akhirnya bertransformasi menjadi MAN—MAN Temanggung terus berbenah dan berkembang. Warisan nilai-nilai keislaman yang kuat berpadu dengan sistem pendidikan modern menjadikan madrasah ini sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kabupaten Temanggung.

Hingga kini, MAN Temanggung tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi insan yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan program unggulan seperti Program Asrama, Program Non-Asrama, dan Plus Keterampilan, MAN Temanggung terus berkomitmen mencetak generasi yang agamis, kompetitif, terampil, dan berwawasan lingkungan.